Selasa, 29 Maret 2016

MEMBENTUK DAN PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP SISWA




Membentuk karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Seorang siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Ada tiga pihak yang mempunyai peran penting, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam pembentukan karakter, ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Pertama, seorang siswa mengerti baik dan buruk. Ia mengerti tindakan apa yang harus diambil serta mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. Kedua, ia mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, seorang siswa tidak mau menyontek ketika ulangan tengah berlangsung. Karena menyontek adalah kebiasaan  buruk, ia tidak mau melakukannya. Ketiga, siswa di dalam lingkungannya mampu melakukan kebajikan dan terbiasa melakukannya.
Karakter-karakter yang baik harusnya dapat dipelihara. Hal pertama yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter seorang siswa adalah dirumah. Ketika usia mereka di bawah tujuh tahun adalah masa terpenting dalam menanamkan karakter pada anak.  Dalam hal ini, orang tua (keluarga) perlu menanamkan karakter tersebut sehingga pembangunan watak, akhlak atau karakter bangsa (nation and character building,), mulai tumbuh dan dapat berkembang dalam kesehariannya.
Selanjutnya, dalam membangun karakter seorang siswa, pihak sekolah perlu memperhatikan aturan dan tata tertib yang berlaku disekolah. Di era globalisasi ini, banyak sekolah yang sudah jarang sekali menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila sehingga hubungan antara guru dan siswa tidak begitu akrab. Begitu juga dengan banyaknya siswa yang acuh tak acuh dengan keberadaan guru, tidak menghormati guru, dan lain-lain. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu memperhatikan pembinaan sikap dan karakter masing-masing siswa dengan cara membina dan meningkatkan intelektualisme dan profesionalisme. Selain itu, pihak sekolah juga dapat menerapkan nilai-nilai karakter pada siswa dengan membuat aturan dan tata tertib yang dapat menumbuhkan karakter-karakter baik, misalnya dengan membuat kantin kejujuran. Dalam hal ini, sekolah dapat menumbuhkan karakter kejujuran pad setap siswa.
Pendidikan karakter sangat baik diterapkan, terutama bagi seorang siswa. Dengan adanya pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang siswa akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan seorang siswa dalam menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. Selain itu, pendidikan karakter adalah kunci keberhasilan individu.
Karakter tersebut diharapkan menjadi kepribadian utuh yang mencerminkan keselarasan dan keharmonisan dari olah HATI (kejujuran dan rasa tanggung jawab), PIKIR (kecerdasan), RAGA (kesehatan dan kebersihan), serta RASA (kepedulian) dan KARSA (keahlian dan kreativitas).
Karakter mempunyai banyak arti, diantaranya, kemampuan untuk mengatasi secara efektif situasi sulit, tidak enak atau tidak nyaman, atau berbahaya. Dengan pengertian tersebut karakter menuntut kecerdasan otak, kepekaan nurani, kepekaan diri dan lingkungan, kecerdasan merespon, dan kesehatan, kekuatan, dan kebugaran jasmani. Pembentukan karakter pada anak dimulai sejak anak berusia dini. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap karakter anak. Pembentukan ini juga seiring dengan perkembangan kognitif pada anak, yang pada dasarnya adalah perubahan dari keseimbangan yang telah dimiliki ke arah keseimbangan baru yang diperolehnya. Dengan perkembangan itu seorang siswa dengan cepat dapat menerima karakter yang baik. Lingkungan sekolah tentunya berperan besar dalam pembentukan karakter pada anak. Intensitas pertemuan yang hampir setiap hari dengan guru dan teman-teman sekolah tentunya membuat anak mencari-cari dirinya melalui hal yang mereka lihat, rasakan, dengar, dan tiru dari lingkungan sekitar.
Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang baik terhadap tuhan yang maha esa, dirinya ,sesama lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional. Pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi ( pengetahuan ) dirinya dan di sertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).
Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang di rancang dan di laksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan tuhan yang maha esa,diri sendiri ,sesama manusia , lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran ,sikap, perasaan ,perkataan ,perbuatan berdasarkan norma-norma agama , hukum ,tata krama , budaya, dan adat- istiadat.


SUMBER :
http://skulwork-nytha.blogspot.co.id/2012/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html



Selasa, 22 Maret 2016

SEBAGIAN GURU MEMBERIKAN TUGAS DAN SEBAGIAN MEMEBERIKAN FINAL TEST SALAH SATU DIANTARANYA CARA MANAKAH YANG TEBAIK BAGI SISWA





Dalam dunia pendidikan banyak yang kita ketahui tentang bagaimana perkembangan seorang guru dan siswa dalam proses KBM. Kegiatan belajar mengajar siswa didalam kelas tidak jauh dari proses evalusi diri untuk mengukur sejauh mana pehaman mereka terhadap mata pelajaran yang sudah di ajarkan oleh guru nya. Oleh karena itu cara salah satu cara yang terbaik bagi siswa yaitu melaksanakan ujian akhir, dimana mereka dituntut untuk belajar dengan giat, jujur atau tidak menyontek dan sebagai evaluasi diri.
Pertama dimana siswa dituntut untuk belajar dengan giat, yaitu dimana siswa melakukan berbagai macam persiapan untuk menghadapi ujian akhir. Dimana siswa juga dapat mengulang kembali pelajaran yang telah dipelajarinya dari awal dan mengikuti bimbel. Maka dari itulah siswa lebih mempersiapkan dirinya untuk mengikuti ujian akhir semester.
Kedua dimana siswa harus berperilaku jujur. Dalam melaksanakan ujian akhir siswa dilatih untuk berlaku jujur supaya tidak menyontek didalam kelas. Oleh karena itu siswa harus percaya dengan segala usaha yang sudah dilakukan dan percaya akan kemampuan mereka sendiri supaya tidak mengandalkan orang lain dan lebih percaya diri. Jadi siswa dilatih jujur melalui dari hal-hal yang tekecil.
Terakhir sebagai cara siswa untuk mengevaluasi diri. Ujian akhir (final test) merupakan cara terbaik bagi siswa untuk mengevaluasi diri mereka. Dimana siswa bisa mengukur sejauh mana kemampuan dan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran yang sudah diajarkan, dan sebagai salah satu bentuk untuk mengetahui hasil dari apa yang sudah meraka kerjakan.
Jadi ujian akhir (final test) merupakan cara terbaik bagi siswa untuk tetap belajar untuk memperkuat daya ingat siswa terhadap materi-materi yang sudah diajarkan dan siswa harus berperilaku jujur untuk lebih percaya terhadap kemampuan mereka sendiri, dan untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka.













Selasa, 15 Maret 2016

CURANMOR (WASPADA PENCURIAN MOTOR MERAJALELA DIDOMPU NTB)



CURANMOR
(WASPADA PENCURIAN MOTOR MERAJALELA DIDOMPU NTB)
Maraknya kasus “CURANMOR” diwilayah Dompu saat ini merajalela dimana-mana, hal tersebut menimbulkan keresahan bagi warga masyarakat setempat. Warga juga takut akan keselamatanya. Dimana pelaku Curanmor saat ini mereka sangat berbahaya bagi korban, pencurian saat ini banyak sekali cara yang mereka lakukan untuk mendapatkan mangsanya, dimana mereka menggunakan benda-benda tajam, kekerasan, dan lain sebagainya.
Pelaku curanmor jaman sekarang mereka tidak hanya mengambil motor akan tetapi mereka juga sering kali melukai korbanya dan tidak segan-segan juga pelaku curanmor ini membunuh korbanya demi mendapatkan apa yang menjadi tujuanya.
Pelaku curanmor juga mereka tidak hanya menjalankan aksinya dijalan raya, akan tetapi  “pelaku sanagat nekat” memasuki rumah-rumah warga dengan cara membobol gembok rumah warga, bagaiaman warga tidak merasa khawatir akan hal tersebut.
Banyak sekali cara yang dilakukan oleh pelaku curanmor saat ini, dimana mereka bisa saja berpura-pura meminta tolong pada seseorang yang menjadi korbanya, dan tidak segan-segan ia menghantam si korban dengan benda-benda tajam dan membawa lari motor yang dikendarain oleh sikorban dan masih banyak sekali cara yang dilakukan oleh sipelaku demi mendapatkan mangsanya dan mereka menghalalkan segala cara dan tanpa berpikir panjang.
Jadi dari kejadian-kejadian tersebut banyak sekali warga yang merasa keresahan dan ketakutan. Warga juga meminta agar aparat kepolisian bisa lebih meningkatkan pengamanan dengan cara berpatroli rutin terutama  kesejumlah wilayah yang rawan terjadi tindakan kejahatan. Dengan begitu masyarakat sedikit tidak bisa merasa aman.