Suku
Mbojo (Bima) adalah suku yang
mendiami pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdapat beragam kesenian
tradisi dan budaya menjadi bagian dalam aturan dan tata kehidupan masyarakat
Bima. Masyarakat Bima memiliki banyak tari tradisional dan menyebut tari dengan
istilah Mpa’a. Masyarakat Bima
memiliki tarian atau Mpa’a yang
tumbuh dan berkembang dilingkungan istana yang disebut (Mpa’a Istana) atau tarian klasik antara lain, Mpa’a Karaenta, Mpa’a Mboha, Mpa’a Toja, Mpa’a Lengsara, Mpa’a Lenggo
Siwe, dan Mpa’a Kanja. Serta ada pula tarian yang tumbuh dan berkembang
diluar istana disebut tarian rakyat (Mpa’a
Ari Mai Ba Asi) antara lain, Mpa’a
Kapodo, Mpa’a Buja Kada, Mpa’a Sila atau Mpa’a Peda, Mpa’a Gantao, Mpa’a
Parise, Mpa’a Hadra dan Tari Kapahu
Nggahi Ra Pehe. Sarone merupakan alat musik tiup sebagai pengiring
tarian rakyat sedangkan Silu merupakan alat musik tiup sebagai pengiring
tarian di dalam lingkungan istana. (Ismail. dkk, 2007: 32-41)
Sarone
adalah sebuah alat musik tiup dari Kabupaten Bima Dompu. Alat musik ini
termasuk golongan aerofon yang berlidah. Menurut jumlah lidahnya
termasuk tipe klarinet karena lidahnya hanya satu, yang menurut bahasa
setempat, lidah ini disebut Lera. Bentuk tabungnya adalah konis (makin lama
makin besar)
Sarone, dibuat dari dua bahan pokok yaitu buluh ( jenis bambu kecil) dan daun lontar. Lolo dan anak lolo terdiri atas bulu.. Pada lolo terdapat 6 (enam) bongkang ( lubang) di atas, dan satu lubang di bawah. Cara melubangi dilakukan dengan menggunakan kawat besar yang dibakar. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lainnya diukur dengan mengambil ukuran keliling lolo.
Sarone, dibuat dari dua bahan pokok yaitu buluh ( jenis bambu kecil) dan daun lontar. Lolo dan anak lolo terdiri atas bulu.. Pada lolo terdapat 6 (enam) bongkang ( lubang) di atas, dan satu lubang di bawah. Cara melubangi dilakukan dengan menggunakan kawat besar yang dibakar. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lainnya diukur dengan mengambil ukuran keliling lolo.
Sedang
lubang yang ada di bawah, jaraknya ½ (setengah)dari jarak antara dua
lubang diatas. Sarone ada yang berlubang lima di atas dan ada yang
berlubang 6 (enam) di atas. Sedang lubang dibawah tetap satu. Untuk yang
mempunyai lima lubang, nada – nadanya adalah, do, re, mi, fa dan sol.
Bila sarone ditup, nada do diperoleh dengan menutup semua
lubang, baik lubang diatas maupun lubang di bawah. Nada re diperoleh
dengan membuka lubang paling bawah.
Nada mi diperoleh dengan membuka dua lubang nada fa dengan membuka tiga lubang. Sedang nada sol diperoleh dengan menutup lubang kedua dari atas, sementara lubang – lubang yang lain dibuka. Pada serune yang memiliki enam lubang, bertambah satu nada yaitu nada si.
Nada mi diperoleh dengan membuka dua lubang nada fa dengan membuka tiga lubang. Sedang nada sol diperoleh dengan menutup lubang kedua dari atas, sementara lubang – lubang yang lain dibuka. Pada serune yang memiliki enam lubang, bertambah satu nada yaitu nada si.
SUMBER :
http://sulaimantbn.blogspot.co.id/2012/12/blog-post_24.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar